Pencarian

Debu dan Kabut Asap Kepung Simpang Bundaran Soekarno-Hatta Dumai, Pengendara Roda Dua Terancam

Kamis, 17 September 2026 • 04:45:42 WIB
Debu dan Kabut Asap Kepung Simpang Bundaran Soekarno-Hatta Dumai, Pengendara Roda Dua Terancam
Debu Tebal dan Kabut Asap Karhutla Mengancam Pengendara di Simpang Bundaran Jalan Soekarno-Hatta Dumai

DUMAI (TERA24.id) – Kondisi di kawasan Simpang Bundaran Jalan Soekarno-Hatta, Kota Dumai, saat ini dikeluhkan masyarakat dan pengguna jalan. Debu jalanan yang tebal berpadu dengan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat kondisi di kawasan tersebut dinilai semakin mengkhawatirkan, terutama bagi pengendara roda dua.

Situasi tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan warga yang beraktivitas di sekitar lokasi, tetapi juga berpotensi mengurangi jarak pandang dan mengganggu keselamatan pengendara.

Kondisi karhutla dan sebaran asap memang masih menjadi perhatian di wilayah Riau. Pada 15 September 2026, BMKG Stasiun Pekanbaru melaporkan adanya pergerakan kabut asap lintas wilayah yang masuk ke Riau akibat dorongan angin dari arah tenggara dan barat daya. Kondisi tersebut disebut dapat meningkatkan konsentrasi asap di atmosfer Riau.

Sementara itu, penanganan karhutla di wilayah operasi Manggala Agni Dumai juga masih menjadi bagian dari upaya pengendalian karhutla di Riau.

Di tengah kondisi tersebut, debu yang beterbangan dari permukaan jalan menambah persoalan bagi pengendara, khususnya sepeda motor yang tidak memiliki perlindungan memadai.

“Kalau debu tebal bercampur asap seperti ini, pengendara motor sangat terganggu. Mata perih, pernapasan terganggu, dan jarak pandang juga bisa berkurang,” keluhan salah seorang pengguna jalan.

Warga meminta pemerintah daerah bersama instansi terkait tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi mengambil langkah nyata di lapangan.

Salah satu langkah yang dinilai mendesak adalah melakukan penyiraman jalan secara berkala, terutama pada titik-titik yang kondisi debunya cukup parah. Penyiraman diharapkan dapat menekan partikel debu agar tidak mudah beterbangan dan semakin memperburuk kondisi udara di sekitar jalan.

Selain itu, warga juga meminta adanya peningkatan pengawasan lalu lintas dan kesehatan di kawasan yang tingkat polusinya tinggi.

Petugas dapat ditempatkan pada titik-titik rawan untuk membantu mengatur lalu lintas sekaligus memberikan imbauan kepada masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara memburuk.

Langkah lainnya yang dinilai dapat dilakukan adalah pembagian masker secara gratis, terutama masker medis maupun masker dengan tingkat filtrasi lebih tinggi seperti N95, kepada pengendara roda dua yang melintas dan tidak memiliki pelindung pernapasan yang memadai.

Permintaan tersebut dinilai relevan mengingat BMKG sebelumnya mengingatkan bahwa kondisi kering pada September masih perlu diwaspadai karena dapat memicu dan memperluas karhutla serta kabut asap. BMKG juga menyebut sebaran asap dapat memengaruhi kualitas udara, kesehatan masyarakat, jarak pandang dan aktivitas transportasi.

Masyarakat berharap persoalan di Simpang Bundaran Jalan Soekarno-Hatta tidak dianggap sebagai persoalan biasa. Pemerintah daerah dan instansi terkait diminta bekerja secara profesional, cepat dan tanggap terhadap kondisi di lapangan.

Debu jalan, kabut asap dan tingginya aktivitas kendaraan merupakan kombinasi yang perlu segera diantisipasi demi keselamatan pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua.

Warga berharap langkah konkret segera dilakukan sebelum kondisi tersebut menimbulkan persoalan yang lebih serius bagi keselamatan maupun kesehatan masyarakat.

Follow tera24.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks
Tera24.id - Media Berita Nasional TV YouTube

Berita Terkini

Indeks