Dumai Perkuat Posisi sebagai Gerbang Internasional, Pelabuhan Penumpang Resmi Gunakan Transaksi Non Tunai

Teks foto : Apresiasi itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto yang diwakili Asisten II Setdaprov Riau, Helmi, saat menghadiri acara Launching Pelabuhan Penumpang Dumai sebagai Kawasan Non Tunai, Kamis (2/7/2026).
Penulis: Redaksi
Kamis, 30 Juli 2026 | 11:05:40 WIB

DUMAI (TERA24.id) – Pelabuhan Penumpang Dumai resmi menerapkan sistem transaksi non tunai sebagai bagian dari upaya mempercepat digitalisasi layanan publik dan memperkuat ekosistem pembayaran digital di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia.

Peluncuran kawasan non tunai yang diinisiasi Bank Indonesia tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Riau.

Apresiasi itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto yang diwakili Asisten II Setdaprov Riau, Helmi, saat menghadiri acara Launching Pelabuhan Penumpang Dumai sebagai Kawasan Non Tunai, Kamis (2/7/2026).

Helmi mengatakan, Kota Dumai memiliki peran strategis dalam perekonomian Provinsi Riau dengan kontribusi sekitar 8,6 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat harus diiringi dengan pelayanan publik yang modern, efisien, transparan, dan akuntabel.

"Karena itu, kami mengapresiasi Bank Indonesia yang terus mendorong perluasan digitalisasi sistem pembayaran melalui QRIS sebagai instrumen transaksi yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal," ujar Helmi.

Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Riau bersama Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), Bank Indonesia, pemerintah kabupaten/kota, perbankan, serta para pemangku kepentingan terus memperluas penerapan transaksi elektronik, khususnya dalam pembayaran pajak dan retribusi daerah.

Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas kanal pembayaran, meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, memperkuat transparansi penerimaan daerah, sekaligus mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Helmi juga mengungkapkan perkembangan penggunaan QRIS di Provinsi Riau menunjukkan tren yang sangat positif. Hingga Mei 2026, jumlah pengguna QRIS telah mencapai sekitar 1,25 juta orang dengan lebih dari satu juta merchant yang tersebar di berbagai daerah di Riau.

"QRIS telah menciptakan transaksi yang lebih inklusif sekaligus memberikan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat dalam bertransaksi," katanya.

Keberhasilan digitalisasi tersebut juga mengantarkan Riau meraih sejumlah prestasi tingkat nasional. TP2DD Provinsi Riau berhasil menjadi Juara I Provinsi Terbaik Sumatera pada 2024 dan Juara III pada 2025. Sementara TP2DD Kabupaten Kampar meraih Juara I Kabupaten Terbaik Sumatera pada 2024 dan Juara II pada 2025.

Lebih lanjut, Helmi menilai Kota Dumai memiliki posisi yang sangat strategis sebagai pusat industri, perdagangan, logistik, transportasi, sekaligus pintu gerbang konektivitas internasional melalui jalur pelayaran Dumai–Melaka, Dumai–Port Dickson, dan Dumai–Muar, Malaysia.

Dengan diterapkannya sistem pembayaran non tunai di Pelabuhan Penumpang Dumai, diharapkan kualitas pelayanan kepada masyarakat semakin meningkat, memberikan kemudahan bagi penumpang, mendukung sektor pariwisata, membuka peluang lebih luas bagi pelaku UMKM, serta memperkuat citra Riau sebagai provinsi yang siap menghadapi era ekonomi digital.
Selain pembayaran tiket kapal feri internasional, layanan transaksi digital juga mencakup pembayaran terminal penumpang dan akses masuk kendaraan melalui QRIS, termasuk QRIS Antarnegara.

"Inovasi QRIS Antarnegara sangat relevan bagi Kota Dumai sebagai pintu gerbang menuju Malaysia. Kemudahan transaksi ini akan memberikan pengalaman yang lebih praktis bagi wisatawan mancanegara sekaligus memperluas peluang usaha bagi UMKM lokal," jelasnya.

Berdasarkan data Triwulan I Tahun 2026, jumlah wisatawan mancanegara yang masuk melalui Pelabuhan Penumpang Dumai mencapai 15.177 orang atau meningkat 11,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sebanyak 87 persen di antaranya merupakan wisatawan asal Malaysia.
Pemerintah Provinsi Riau berharap Pelabuhan Penumpang Dumai dapat menjadi percontohan kawasan layanan publik berbasis transaksi non tunai yang nantinya dapat diterapkan di kawasan wisata, pasar rakyat, sentra UMKM, pusat perdagangan, layanan transportasi, hingga berbagai sektor pelayanan publik lainnya di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Riau.
Di akhir sambutannya, Helmi menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia, Pemerintah Kota Dumai, Pelindo Regional I Dumai, PT Pelabuhan Dumai Berseri, Indomal, perbankan, pelaku usaha, serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi mewujudkan Pelabuhan Penumpang Dumai sebagai Kawasan Non Tunai.

"Dari Dumai, bersama Bank Indonesia dan seluruh pemangku kepentingan, kita ingin menunjukkan bahwa Riau siap menjadi bagian penting dari ekosistem pembayaran digital lintas negara yang modern, inklusif, dan berdaya saing," tutupnya.***

Editor : Erifianto 

Reporter: Redaksi