Pencarian

PWI Dumai Bekali Wartawan Hadapi Era AI, Etika Jurnalistik dan Jerat UU ITE Jadi Sorotan

Selasa, 11 Agustus 2026 • 10:03:36 WIB
PWI Dumai Bekali Wartawan Hadapi Era AI, Etika Jurnalistik dan Jerat UU ITE Jadi Sorotan

DUMAI (TERA24.id) — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Dumai memperkuat kompetensi wartawan di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Langkah tersebut diwujudkan melalui Workshop Jurnalistik bertajuk “Peran Artificial Intelligence dalam Jurnalistik: Menjaga Kualitas, Kredibilitas, dan Etika Pers di Era Digital” yang digelar di Gedung Balai Sri Bunga Tanjung, Selasa (11/8/2026).

Workshop yang berlangsung sejak pagi hingga sore itu diikuti sebanyak 75 wartawan dari berbagai platform media, mulai dari cetak, elektronik hingga media siber.

Kegiatan ini menjadi momentum bagi insan pers di Kota Dumai untuk memperkuat pemahaman tentang pemanfaatan AI dalam kerja jurnalistik, sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga akurasi, independensi, etika profesi dan kepatuhan terhadap ketentuan hukum di ruang digital.

Sejumlah pejabat dan tokoh pers turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Wali Kota Dumai H. Paisal, Ketua DPRD Kota Dumai Agus Miswandi, unsur Forkopimda, Wakil Bendahara PWI Pusat Herlina, Ketua PWI Provinsi Riau Raja Isyam Azwar, Sekretaris PWI Riau Doni Dwi Putra beserta jajaran pengurus.

Hadir pula Kepala Diskominfotiksan Kota Dumai Hasan Basri serta sejumlah pimpinan perusahaan dan mitra PWI Dumai.

Ketua PWI Kota Dumai Bambang Prayetno mengatakan, perkembangan AI merupakan bagian dari perubahan teknologi yang tidak dapat dihindari industri media.

Menurutnya, wartawan harus mampu beradaptasi dan memanfaatkan teknologi tersebut secara tepat, namun tetap memahami batasan penggunaannya.

“Teknologi AI saat ini berkembang sangat cepat dan menjadi alat bantu yang tidak bisa kita hindari dalam industri media. Melalui workshop ini, kami ingin memastikan wartawan di Kota Dumai tidak hanya piawai mengadopsi teknologi modern, tetapi tetap teguh memegang etika, independensi, serta menjaga kredibilitas karya jurnalistiknya,” ujar Bambang.

Ia menegaskan, kehadiran AI tidak boleh menggeser prinsip dasar jurnalistik. Teknologi tersebut semestinya digunakan sebagai alat bantu untuk mempercepat dan mendukung pekerjaan wartawan, bukan menggantikan proses jurnalistik yang membutuhkan verifikasi, konfirmasi dan pertimbangan profesional.

“AI harus ditempatkan sebagai alat bantu. Verifikasi informasi, konfirmasi kepada narasumber dan keputusan jurnalistik tetap menjadi tanggung jawab wartawan,” tegasnya.

Ketua PWI Provinsi Riau Raja Isyam Azwar mengapresiasi pelaksanaan workshop tersebut. Ia menilai peningkatan kapasitas wartawan menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kualitas pers di tengah perubahan teknologi yang berlangsung cepat.

Menurut Raja, AI dapat membantu wartawan dalam sejumlah tahapan kerja jurnalistik. Namun, teknologi tersebut tidak boleh menghilangkan unsur manusia dalam menentukan kebenaran sebuah informasi.

“AI bisa membantu mempercepat proses pencarian data atau pengolahan informasi, namun roh dari pers adalah akurasi, etika, dan kebenaran faktual. Penilaian manusia (human judgment) dan ketaatan pada Kode Etik Jurnalistik tetap menjadi benteng utama agar pers tidak kehilangan kepercayaan dari masyarakat,” katanya.

Dukungan terhadap peningkatan kompetensi wartawan juga disampaikan Wali Kota Dumai H. Paisal.

Ia menilai keberadaan pers profesional dan adaptif terhadap perkembangan teknologi memiliki posisi penting dalam mengawal pembangunan daerah sekaligus memberikan informasi yang berkualitas kepada masyarakat.

“Pemerintah Kota Dumai sangat mendukung upaya peningkatan kapasitas rekan-rekan media. Di tengah arus informasi yang begitu masif, kemajuan teknologi AI harus dimanfaatkan untuk meningkatkan mutu pemberitaan, bukan malah memicu penyebaran hoaks,” ujar Paisal.

Selain kemampuan jurnalistik, Paisal mengingatkan wartawan agar memahami aspek hukum yang berkaitan dengan aktivitas pemberitaan di ruang digital.

“Kami berharap wartawan Kota Dumai terus mengasah profesionalisme, memahami aspek hukum seperti UU ITE, serta senantiasa menyajikan berita yang edukatif, berimbang, dan tepercaya bagi publik,” tambahnya.

Workshop menghadirkan dua narasumber utama dengan materi yang saling melengkapi.

Ahli Pers Dewan Pers Mario Abdillah Khair membahas tantangan etika dan regulasi dalam pemanfaatan AI di ruang redaksi.

Sementara Kanit PIDUM Polres Dumai IPDA Dimas Arsa Ramadhan memaparkan aspek hukum serta penerapan UU ITE, khususnya untuk meminimalkan potensi persoalan hukum yang dapat dihadapi insan pers saat menjalankan aktivitas jurnalistik di ruang digital.

Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan Penasehat PWI Kota Dumai Bambang Rio Hendriyanto bertindak sebagai moderator.

Berbagai persoalan mengenai penggunaan AI, etika pemberitaan, verifikasi informasi hingga aspek hukum di ruang digital menjadi bagian dari pembahasan dalam workshop tersebut.

Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan piagam penghargaan kepada para narasumber serta peserta Workshop Jurnalistik.

Melalui kegiatan tersebut, PWI Kota Dumai kembali menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi wartawan.

Di tengah derasnya perkembangan teknologi AI, wartawan dituntut bukan hanya mampu beradaptasi dengan teknologi, tetapi juga semakin kuat menjaga independensi, akurasi, etika dan profesionalisme.

Sebab, teknologi boleh berubah, namun prinsip dasar jurnalistik tetap menjadi pijakan utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap pers.

Follow tera24.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks
Tera24.id - Media Berita Nasional TV YouTube

Berita Terkini

Indeks